11 Jan 2011

Mengenal Teori psikologi kepribadian


Teori psikologi kepribadian memiliki ragam yang sangat banyak yang mencakup teori psikoanalisis, behavioris, humanis, fenomenologis, ekstensialis, maupun sosiologis. Bahkan, keragaman itu cenderung akan bertambah sejalan dengan evolusi pemikiran mengenai tingkah laku manusia.

Tujuan utama teori psikologi kepribadian adalah:

  • Mengetahui pola tingkah laku individu.
  • Mengetahui sejauh mana individu itu berbeda antara satu dan lainnya dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  • Mengetahui sejauh mana individu itu unik.

Pendapat Para Tokoh Psikologi

Teori psikologi kepribadian dirumuskan dengan sejumlah cara oleh pada pemikir psikologi baik aliran psikoanalis, behavioris, humanis, dll. Namun, pada dasarnya pandangan para tokoh itu menekankan pada hal penanaman dan pelekatan tingkah laku dalam kepribadian seseorang dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Pendapat para tokoh tersebut mengenai teori psikologi kepribadian:

  • Allport: organisasi dinamis dalam individu yang terdiri dari sistem-sistem psikofisik, yang menentukan tingkah laku dan fikiran individu secara unik
  • Murray: tingkah laku lahiriah dari lahir sampai mati
  • Freud: integrasi dari id, ego, superego
  • Adler: gaya hidup individu dan karakteristik individu dalam menghadapi masalah-masalah hidup termasuk tujuan hidup.
  • Cattell: segala sesuatu yang mampu menggambarkan apa yang akan dilakukan seseorang dalam situasi tertentu
  • Jung: integrasi ego, ketidaksadaran pribadi dan ketidaksadaran kolektif, kompleks-kompleks, arkhetip-arkhetip serta persona dan anima.

Permasalahan Kepribadian

Permasalahan kepribadian yang paling sederhana adalah ketidakmampuan individu untuk menyesuaikan diri secara terus menerus. Ketidakmampuan ini tidak disertai dengan gangguan psikosa ataupun neurosa namun dapat mengganggu relasi-relasi sosial dan kebahagiaan pribadi. Contoh permasalahan kepribadian ini antara lain adalah perasaan rendah diri, cemburu, iri hati, mencintai kegiatan seksual secara berlebihan, dsb.

Dalam teori psikologi kepribadian, permasalahan kepribadian ini dapat menyebabkan suatu kekacauan kepribadian atau personality disorder. Kekacauan kepribadian adalah kesulitan yang dialami individu dalam penyesuaian diri secara sosial, termasuk ketidakmampuan dan ketidaktepatan motivasi dan emosi dalam merespons sesuatu, misalnya, paranoid, schizoid, gangguan sosioapatis, dll.

Pembentukan Kepribadian

Pembentukan kepribadian dalam teori psikologi kepribadian terdiri atas:

  • Pengaruh biologis atau genetis.
  • Pengaruh lingkungan yang terdiri atas pengalaman secara umum, yakni dipengaruhi oleh keyakinan, kebiasaan, dan norma-norma yang diyakini oleh masyarakat dimana individu itu berinteraksi, serta pengalaman unik, yakni berasal dari reaksi individu secara unik dalam menghadapi tekanan dan hambatan sosial.

Konsistensi Karakteristik Kepribadian

Karakteristik kepribadian individu memiliki konsistensi yang cukup tinggi. Konsistensi tinggi ini biasanya dimiliki oleh subjek dewasa dan cenderung mengalami perubahan-perubahan saat usia remaja.

Metode Pengukuran Kepribadian

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk mengukur kepribadian individu, yaitu:

  • Medote Observasi, yakni mengobservasi perilaku individu dalam keadaan normal, situasi eksperimen, atau melalui interview. Hasil dari observasi ini akan dicatat pada suatu bagan yang sudah dibakukan (alat tes psikologi), seperti rating scale (skala rating).
  • Metode Inventori, yakni hasil observasi individu terhadap dirinya sendiri yang digali dari pertanyaan dan pernyataan baku (alat tes psikologi) yang harus diisi atau dipilih oleh individu berdasarkan ciri-ciri yang dia anggap mendekati dirinya. Alat tes itu antara lain adalah MMPI, CPI, EPPS, dll.
  • metode Proyektif, yakni individu diberi kebebasan untuk mengekspresikan diri. Metode ini memiliki alat tes yang sudah baku, seperti TAT, DAM, Wartegg, dan Rorschach. Rorschach, misalnya, berupa suatu rangsang berbentuk gambar yang tidak jelas. Individu dapat mengekspresikan diri secara bebas dengan menafsirkan sesuka hati gambar-gambar itu. Nah, persepsi individu terhadap gambar-gambar tersebut tentu dipengaruhi oleh berbagai pengalamannya di masa lampau. Itulah sisi yang diukur.
Sumber: http://www.anneahira.com/teori-psikologi-kepribadian.htm


training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi kepribadian | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum
READ MORE - Mengenal Teori psikologi kepribadian

Contoh Makalah Psikologi Kepribadian


makalah . merupakan sesuatu yang wajib ditemui bagi Anda yang telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri. Makalah juga salah satu tugas yang pastinya pernah diberikan oleh dosen-dosen Anda, entah dalam mata kuliah apapun. Ada makalah yang bertopik ekonomi, makalah yang bertopik sosiologi, makalah yang bertopik perpajakan dan sebagainya. Dan salah satu contoh makalah adalah contoh makalah psikologi kepribadian.


Psikologi

Psikologi merupakan salah satu cabang ilmu yang mempelajari kepribadian seseorang dengan sesama manusia dan lingkungan sekitarnya. Psikologi pada dasarnya bukanlah mata pelajaran yang akan ditemukan di tingkatan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) ataupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tentu saja mata kuliah ini dipelajari di bangku perkuliahan.

Pada artikel kali ini akan mencoba membahas tentang contoh makalah psikologi kepribadian. Walaupun demikian, Anda juga dapat menerapkan penulisan makalah berikut untuk contoh-contoh makalah lainnya.


Makalah Psikologi Kepribadian

Untuk penulisan makalah psikologi sendiri, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penulisan makalah pada umumnya. Bahwa, sebuah makalah pun turut mematuhi penulisan sistematika yang benar dan tepat.

Berikut ini adalah sistematika penulisan untuk makalah yang benar:

A. Bagian Pendahuluan:

Bagian pendahuluan dari sebuah makalah haruslah mencantumkan beberapa hal di bawah ini. Sebab, bagian pendahuluan akan mengantarkan pembaca pada bagian depan makalah Anda.

Dan berikut ini adalah tiga hal yang seharusnya ada di bagian pendahuluan:

  1. Halaman judul, halaman ini memuat judul dari sebuah makalah Anda, yang dapat mewakili seluruh isi dari makalah. Karena ini adalah contoh makalah psikologi, Anda mungkin bisa menggunakan istilah psikologi sebagai judul;

  2. Kata pengantar, halaman ini memuat kata pengantar dari si pengarang atau penulis makalah. Layaknya kata pengantar pada umumnya, makalah psikologi juga menggunakan kata pengantar. Dan tetap ingat, sebisa mungkin gunakan istilah-istilah yang sesuai dengan ilmu kajian Anda; dan

  3. Daftar isi, halaman ini memuat konten-konten ataupun judul dan subjudul dari makalah Anda.


B. Bagian Isi:

Bagian isi dari sebuah makalah harus juga mencantumkan beberapa hal penting, yang sangat berguna bagi pembaca Anda untuk memahami dan mengerti isi sajian dari makalah Anda. Dan selalu ingat bahwa bagian isi wajib ditulis sesuai dengan sistematika. Berikut ini adalah bagian-bagian dari isi, yaitu:

  1. Bab I, bab pertama berisi perihal permasalahan apa yang akan Anda angkat sebagai tema. Untuk contoh makalah psikologi, mungkin Anda dapat menggunakan permasalahn berikut: “Misteri Kepribadian Ganda”;

  2. Bab II, bab kedua berisi perihal metode dan teori kajian yang Anda pergunakan dalam makalah Anda. Untuk metode dan teori kajian sendiri, Anda bisa memilih satu dari ketiga metode berikut: metode pustaka; metode survey ke lapangan; atau metode campuran pustaka dan survey;

  3. Bab III, bab ketiga berisi perihal ulasan dan paparan Anda tentang permasalah yang telah Anda angkat. Harus tetap diingat bahwa untuk bab ketiga ini Anda harus turut memperkuat argument Anda dengan berdasarkan buku referensi psikologi sejenis agar paparan Anda tidak diragukan mengenai misteri kepribadian ganda tersebut; dan

  4. Bab IV, bab keempat berisi perihal kesimpulan dari permasalah yang Anda angkat. Usahakan pada kesimpulan ini Anda benar-benar telah sampai pada kesimpulan dari misteri kepribadian ganda, yang meliputi segala aspek tentunya.


C. Bagian Penunjang:

Bagian penunjang dari sebuah makalah harus juga mencantumkan pendukung dari isi makalah Anda. Maksudnya adalah, lampirkan beberapa data penambah jika bisa. Dan tentu saja, Anda harus mencantumkan daftar pustaka yang berisi buku bacaan apa saja yang Anda pergunakan selama penulisan makalah.

Demikianlah sajian mengenai contoh makalah psikologi kepribadian, yang dapat juga Anda aplikasikan pada contoh-contoh makalah lainnya. Selamat menulis makalah!

Sumber: http://www.anneahira.com/contoh-makalah-psikologi-kepribadian.htm


training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi kepribadian | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum
READ MORE - Contoh Makalah Psikologi Kepribadian

Psikologi Kepribadian

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Kepribadian menurut psikologi akan dijelaskan oleh George Kelly yang memandang bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya. Sementara Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.

Menurut Allport kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas. Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta diantara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku.

Sedangkan istilah khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua orang yang berperilaku sama.


Sumber: http://www.anneahira.com/psikologi-kepribadian.htm


training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi kepribadian | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum
READ MORE - Psikologi Kepribadian

Psikologi Pendidikan adalah


Psikologi pendidikan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Psikologi pendidikan adalah yang mengkaji perilaku individu dalam situasi pendidikan dengan tujuan untuk menemukan berbagai fakta, generalisasi dan teori-teori psikologi yang berkaitan dengan pendidikan, yang diperoleh dari melalui metode ilmiah tertentu, dalam rangka pencapaian efektivitas proses pendidikan.

Kegiatan pendidikan, khususnya pada pendidikan formal, seperti pengembangan kurikulum, proses belajar mengajar, sistem evaluasi, dan bimbingan konseling merupakan beberapa kegiatan utama yang dalam pendidikan yang di dalamnya membutuhkan psikologi.

Pendidikan merupakan sesuatu yang kegiatan yang di dalamnya banyak melibatkan orang, diantaranya pendidik, peserta didik, masyrakat, orangtua. Oleh karena itu, agar tujuan pendidikan dapat tercapai maka setiap orang yang berhubungan dengan pendidikan harus mengerti atau memahami perilaku individu sekaligus dapat menunjukan perilakunya secara efektif. Pendidikan memang tidak bisa lepas dari psikologi.


Sumber : http://www.anneahira.com/psikologi-pendidikan.htm





training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum
READ MORE - Psikologi Pendidikan adalah

Sagitarius

Posted by Kaka Dens K 06.00 , under | No comments

23 November – 20 Desember

Para Sagitarius aalah orang – orang yang optimis. Mereka umunya romantis dan menarik karena selalu suka mencoba hal – hal baru. Mereka yakin akan kemampuan dirinya dan tek segan memamerkannya.



* Love secret:

Sex is number one! Buat kamu seks adlah cara untuk merayakan kehidupan. Kamu tidak suka dikekang dan sangat mengagungkan kebebasan. Kadang – kadang kamu berfikir bahwa menjadi single lebih menyenangkan daripada memiliki pasangan



* Siapa yang akan Jatuh cinta padamu?

Tipe petualang yang terpesona pada gairahmu yang besar pada kehidupan, intelektual yang mengagumi cara berfikirmu yang praktis, atau tipe posesif yang ingin memilikimu seutuhnya.



* Siapa yang dapat membuatmu bertekuk lutut?

Mereka yang telah melihat banyak hal di dunia ini, mereka yang telah mapan, anak - ank orang kaya dengan fasilitas tiada batas, selebriti.



* Kehebatanmu yang tersembunyi:

Kegembiraanmu dalam menyingkapi hidup dan cinta, membuatmu menghadapi banyak hal tanpa beban yang berarti.



* Hubungan dengan Zodiak lain:


Cocok: Aries, Leo, Libra, Aquarius
Perasaan kompleks: Gemini, Sagittarius
Hubungan aneh: Virgo, Pisces
Tidak cocok: Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn
READ MORE - Sagitarius

SCORPIO

Posted by Kaka Dens K 05.56 , under | 2 comments

23 Oktober – 22 November

Para Scorpio adalah orang yang bergairah dalam hidup. Mereka melakukan segala hal dengan sepenuh hati, atau tidak sama sekali. Bagi mereka totalitas adalah segalanya. Dan itu berlaku di urusan kerja maupun cinta. Secara alamiah, para scorpio umumnya memiliki daya tarik seksual yang tinggi dan tahu betul bagaimana memanfaatkan kelebihan mereka.


* Love secret:

Kamu menuntut keterbukaan yang tinggi, namun sanagt sulit membuka dirimu sendiri. Forgive but not forget… sekali hatimu terluka, kamu sulit untuk memaafkan.



* Siapa yang akan Jatuh cinta padamu?

Mereka yang menghendaki hubungan serius dan berharap dapat mengubah dirimu, orang – orang misterius dengan rahasia besar di belakang mereka; uang atau partner hidup yang telah dimiliki.



* Siapa yang dapat membuatmu bertekuk lutut?

Para seniman yang eksentrik, mereka yang memiliki cukup uang dikantungnya, atau mereka yang telah memiliki pasangan hidup.



* Kehebatanmu yang tersembunyi:

Kamu tak tergantikan. Kamu memiliki charisma yang besar dan meninggalkan jejak setiap kali kamu melangkah kesuatu tempat.



* Hubungan dengan Zodiak lain:



Cocok: Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces

Perasaan kompleks: Taurus, Scorpio

Hubungan aneh: Leo, Aquarius

Tidak cocok: Aries, Gemini, Libra, Sagittarius


Lebih lengkap tentang Scorpoio.
READ MORE - SCORPIO

Libra

Posted by Kaka Dens K 05.53 , under | No comments

23 September – 22 Oktober

Selalu tampak tenang, elegan, dan menarik. Kaum Libra selalu berusaha menghadirkan harmoni di dalam setiap langkahnya. Mereka umumnya juga romantis dan selalu berusaha berada di tempat yang glamour dan “berbudaya”.


* Love secret:

Kamu seringkali berharap ( dan kecewa ) pada pasanganmu bila mereka tidak melakukan sesuatu hal yang romantis untuk menyatakan cintanya. Kamu senang membuat pasangnmu cemburu hanya untuk menarik perhatiannya ( gawat juga y..^^ )



* Siapa yang akan Jatuh cinta padamu?

Hampir semua orang dapat jatuh hati pada ketenangan dan gaya eleganmu. Mereka yang menghargai penampilanmu yang santun dan berkelas.



* Siapa yang dapat membuatmu bertekuk lutut?

Jenius yang banyak memiliki uang dan banyak waktu untuk memanjakanmu, dan sapa saja yang menarik secara fisik ( klo yang ini hampir semua orang kali yaaa..~ ).



* Kehebatanmu yang tersembunyi:

Kamu cinta damai. Kamu bahkan bersedia mengalah demi terciptanya ketentraman dalam segala hal.



* Ciri khas :

Kurang berani berdiri sendiri selalu ingin bergantung pada orang lain dan gampang putus asa. Dalam bergaul warga Libra mudah menyesuaikan diri sehingga banyak memiliki kawan. Tapi, kalau marah lupa daratan, walaupun setelah sadar ia akan menyesal. Senang berpenampilan bagus dan daya tariknya juga besar.



* Sifat – sifat Umum :

Warga Libra menyukai kebenaran. Walaupun tampak tenang, tapi juga mudah tersinggung. Perasaanya halus. Dan dalam mengambil keputusan kadang suka ceroboh ssehingga menyesal dikemudian hari.



Birth stone : Opal – Hope

Flower : Calendula

Colour : White & Yellow

Disease : Stomachace, yellow fever & Tonsil

Ideal couple : Aries, Leo & Aquarius



* Hubungan dengan Zodiak lain:

Cocok: Gemini, Leo, Aquarius, Sagittarius

Perasaan kompleks: Aries, Libra

Hubungan aneh: Cancer, Capricorn

Tidak cocok: Taurus, Virgo, Scorpio, Pisces
READ MORE - Libra

VIirgo

Posted by Kaka Dens K 05.50 , under | No comments

22 Agustus – 22 Septenber

Seorang Virgo sanagt memperhatikan ketampanan dan kebersihan dirinya, juga orang – orang yang bergaul disekitarnya. Mereka umumnya memikat karena selalu menjaga penampilan mereka di depan orang banyak. Jadi jangan heran kalau kebanyakan Virgo selalu tampil trendy dan memiliki tubuh sempurna hasil pengabdian yang luar biasa pada klub kebugaran.



* Love secret:

Walaupun memilikiselera yang tinggi, namun apabila yang kamu impikan tak dapat kamu raih, kamu dapat berpura – pura kamu telah menemukan apa yang kamu inginkan. Yang menarik, kamu bisa mendadak kehilangan gairah bila pasanganmu tidak memperhatikan kebersihan dirinya. Kuku yang kotor sudah dapat membuatmu turn off.



* Siapa yang akan Jatuh cinta padamu?

Para pemalas yang mengakui kehebatanmu mengatur segala urusan domestic, mereka yang dinamis dan megagumi selera humormu, serta mereka yang dapat mengimbangi sensual pleasure yang kamu berikan.



* Siapa yang dapat membuatmu bertekuk lutut?

Para pekerja keras, mereka yang memiliki kemampuan intelektual tinggi diatas dirimu, atau para pemimpi romantis yang dapat kamu atur – atur .



* Kehebatanmu yang tersembunyi:

Dedikasimu yang tinggi. Kamu akan menyelesaikan apa yang kamu mulai sampai tuntas



* Ciri khas :

Keras kepala. Tidak pernah melupakan pertolongan dari orang lain, tapi begitu juga jika ia menolong orang lain. Sangat mencintai keluarga, suka mencampuri urusan orang lain dan cerewet. Berpakaian rapi dan senang pada warna tua.



* Sifat – sifat Umum :

Warga Virgo seseorang yang kritis. Dia tidak mau menirima begitu saja apa yang diterangkan seseorang dan pekerjaannya selalu rapi. Tidak senang menonjolkan diri di depan umum dan perasaannya amat tajam. Kalau ingin sesuatu pasti akan dilaksanakan secara detail.



Birth stone : Saphire – Love

Flower : Aster

Colour : Chocolate

Disease : Headache, heart & breath

Ideal couple : Capricorn, Taurus, Virgo & Libra



* Hubungan dengan Zodiak lain:

Cocok: Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn

Perasaan kompleks: Virgo, Pisces

Hubungan aneh: Gemini, Sagittarius

Tidak cocok: Aries, Leo, Libra, Aquarius
READ MORE - VIirgo

Leo

Posted by Kaka Dens K 05.48 , under | No comments

21 Juli – 21 Agustus

Glamor, menyenangkan dan selalu (ingin) jadi pusat perhatian. Tak heran, kebanyakan orang Leo secara alamiah selalu berteman dengan kalangan selebriti, atau menjadi orang yang berada di bawah “spotlight”.


* Love secret:

Dalam urusan cinta sangat suka mendominasi. Kamu juga merindukan ucapan sayang dan pernyataan cinta setiap hari dari orang yang kamu sayang ( hehehe.. semua orang juga gitu…)



* Siapa yang akan Jatuh cinta padamu?

Kaum Hedonis, mereka yang tergila – gila akan kemasyuran, serta pribadi sederhana yang terkagum – kagum akan “personality bintang” yang ada di dalam dirimu.


* Siapa yang dapat membuatmu bertekuk lutut?

Mereka yang memperlakukanmu sebagai orang nomor satu, very important person yang tak berkeberatan menggunakan segala fasilitas yang dimilikinya untuk menyenangkan hatimu, mereka yang sama eksentriknya dengan dirimu, atau kaum intelektual dengan kecemerlangan otak yang membuatmu kagum.


* Kehebatanmu yang tersembunyi:

Loyalitas yang tiada dua, Kamu memegang setiap janji yang kamu ucapkan dan menepati setiap janji yang kamu ikrarkan.



* Ciri khas :

Setia dalam persahabatan, cerdas, berjiwa besar dan agung. Sabar tapi kalo marah, hebat. Jiwanya yang optimis membuat warga Leo sukses dalam perkerjaan. Sayang sekali, warga Leo berani untuk berbohong dan menipu demi kepentingan dirinya sendiri.



* Sifat – sifat Umum :

Warga Leo seseorang yang jujur, pemberani dan suka berterus terang. Karena itu warga Leo menjadi orang yang dipercaya. Sayangnya mudah naik darah walau sesudah itu cepat menjadi baik lagi



Birth stone : Sardony – consolidation of success

Flower : Gladioli

Colour : Orange & Red

Disease : Nerve, Kidney & Digestion

Ideal couple : Aries & Sagitarius



* Hubungan dengan Zodiak lain:

Cocok: Aries, Gemini, Libra, Sagittarius

Perasaan kompleks: Leo, Aquarius

Hubungan aneh: Taurus, Scorpio

Tidak cocok: Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
READ MORE - Leo

Cancer

Posted by Kaka Dens K 05.44 , under | No comments

21 Juni – 20 Juli

Seorang Cancer melakukan segala sesuatu dalam hidupnya dengan hati. Mereka sensitive, perhatian, dan memiliki kesetiaan yang luar biasa yang sulit ditandingi bintang lain. Walaupun memiliki mood yang naik turun, Cancer selalu memancarkan aura sensual yang sulit untuk dielakkan.


* Love secret:

Sekali mencintai, kamu akan mencintai sampai mati. Kamu rela mengorbankan dirimu untuk kebahagiaan orang yang kamu cintai.

Kamu juga pecinta yang tidak mudah ditebak dan… sexually wild



* Siapa yang akan Jatuh cinta padamu?

Tipe pengatur yang ingin mengontrol hidupmu atau pencari kehangatan yang haus kasih sayang.



* Siapa yang dapat membuatmu bertekuk lutut?

Orang – orang dengan kemampuan intelektual diatas rata – rata, mereka yang menggunakan otaknya dalam meraih kesuksesan namun tetaap down-to-earth.



* Kehebatanmu yang tersembunyi:

Dapat menyesuaikan diri dengan berbagai tipe manusia dan berbagai situasi hidup.



* Ciri khas :

Meskipun pendiam tapi gerak gerik warga cancer lincah dan cerdas. Sayang suka melamun dan berangan – angan tak tentu. Pandai membawa diri, disiplin dan tertibnya sangat menonjol sehingga kadang terlihat cerewet.



* Sifat – sifat umum :

Warga Cancer memiliki perasaan yang halus dan suka menyendiri. Sifat penyayangnya sangat besar terutama terhadap binatang. Tidak senang berfoya – foya. Lebih senang tinggal dirumah daripada berpergian.



Birth stone : Ruby – satisfied

Flower : Larkspar

Colour : Gren & Russet

Disease : Digestion

Ideal couple : Pisces & Taurus



Hubungan dengan Zodiak lain:

Cocok: Taurus, Virgo, Scorpio, Pisces

Perasaan kompleks: Cancer, Capricorn

Hubungan aneh: Aries, Libra

Tidak cocok: Gemini, Leo, Sagittarius, Aquarius
READ MORE - Cancer

GEMINI

Posted by Kaka Dens K 05.40 , under | 1 comment

21 Mei – 20 Juni

Umumnya orang Gemini memiliki pribadi yang menyenangkan. Mereka menebarkan keramahan dan membuat orang di sekitarnya selalu tersenyum. Hidup buat orang Gemini adalah permainan yang meyenangkan, bukan hal serius yang harus dipusingkan. Bahkan bila sesuatu tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Love secret:

Memiliki hati yang lembut dan sensitif.

Mudah jatuh cinta, bahkan pada orang-orang paling tidak masuk akal sekalipun (teman dekat pacarmu sendiri atau seseorang yang kamu temui di tengah perjalanan…).

Siapa yang akan Jatuh cinta padamu?

Mereka yang mengagumi keramahan pribadimu sserta kecerdasan otakmu, para pecinta kehidupan yang suka bersenang-senang namun tidak mencari hubungan stabil.

Siapa yang dapat membuatmu bertekuk lutut?

Mereka yang mandiri, berani dan memiliki intelektual tinggi. Para pengelana (travelers), guru, atau mereka yang dapat memukaumu dengan cerita – cerita pengalaman hidup yang menakjubkan

Kehebatanmu yang tersembunyi:

Kamu menjunjung tinggi kebenaran, betapapun pahit akibat yang akan kamu tanggung. Lebih baik hidup dalam kenyataan daripada di alam mimpi.


Hubungan dengan Zodiak lain:

Cocok: Aries, Leo, Libra, Aquarius

Perasaan kompleks: Gemini, Sagittarius

Hubungan aneh: Virgo, Pisces

Tidak cocok: Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn
READ MORE - GEMINI

Taurus

Posted by Kaka Dens K 05.37 , under | No comments

21 April – 20 Mei

Orang Taurus adalah penikmat hidup. Mereka hidup untuk hari ini, bukan hari kemarin dan tidak pernah khawatir akan masa depan yang akan dating. Setiap detik mereka lewati dengan bersenang – senang. Karena itu tidaklah mengherankan bila kebanyakan Taurus adalah seorang hedonis.


* Love secret:

Sebagai pecinta keindahan dan kemahsyuran, kamu selalu tergoda pada mereka yang memiliki keindahan fisik dan… kecukupan materi.

Kamu suka menggoda dan digoda. Kadang kala, proses untuk mendapatkan (cinta) lebih menarik bagimu dibanding ketika sudah mendapatkannya.



* Siapa yang akan Jatuh cinta padamu?

Mereka yang terpesona dan berharap dapat memiliki segala hal sensual yang terpancar dari dalam dirimu. Well, yeah, sensualitas memang hal yang paling menonjol dari dalam dirimu.



* Siapa yang dapat membuatmu bertekuk lutut?

Mereka yang memiliki sensualitas dan fisik yang mempesona serta sifat misterius yang menggoda.



* Kehebatanmu yang tersembunyi:

Ketenangan dan kesabaranmu yang tiada batas untuk mendapatkan apapun yang kamu inginkan.



* Hubungan dengan Zodiak lain:


Cocok: Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
Perasaan kompleks: Taurus, Scorpio
Hubungan aneh: Leo, Aquarius
Tidak cocok: Aries, Gemini, Libra, Sagittarius
READ MORE - Taurus

Aries

Posted by Kaka Dens K 05.27 , under | No comments

21 Maret – 20 April

Spontan, berani dan dinamis dan selalu penuh inisiatif. Begitulah orang – orang Aries membuat orang – orang disekitar mereka terinspirasi. Mereka mewarnai hidup orang banyak dengan keceriaan dan kesegaran yang dibawanya. Tak ada yang dapat mengalahkan agresifitas orang Aries saat mereka menemukan seseorang yang diimpikannya.


* Love secret:

Romantis dan energik. Kamu selalu berusaha menjaga kehangatan setiap hubungan yang kamu miliki. Kamu juga orang yang sangat setia. Tidak mudah bagimu pindah kelain hati.



* Siapa yang akan Jatuh cinta padamu?

Mereka yang memiliki karir dinamis, dengan semangat dan motivasi yang sama besar dengan dirimu.


* Siapa yang dapat membuatmu bertekuk lutut?

Mereka yang dapat menenangkan hatimu, yang dapat membantumu menyusun rencana – rencana masuk akal untuk hidupmu.



* Kehebatanmu yang tersembunyi:

Keyakinanmu untuk dapat mencapai apapun yang kamu cita-citakan betapapun sulit dan berlikunya jalan yang mungkin kamu lalui.


* Hubungan dengan Zodiak lain:


Cocok: Gemini, Leo, Aquarius, Sagittarius

Perasaan kompleks: Aries, Libra

Hubungan aneh: Cancer, Capricorn

Tidak cocok: Taurus, Virgo, Scorpio, Pisces
READ MORE - Aries

Pisces

Posted by Kaka Dens K 05.24 , under | No comments

19 February – 20 Maret

Sensitif, imajinatif, dan cinta damai. Dengan segala sifat halus yang dimilikinya, orang – orang pisces memiliki kualitas sebagai pecinta yang romantis. Mereka menyukai keindahan, kedamaian dan kasih sayang dan sebaliknya tidak percaya pada kekerasan dan pertengkaran. Mereka menyukai kisah – kisah HAPPILY EVER AFTER. Seperti dalam dongeng.


* Love secret:

Kamu butuh orang yang mengerti kompleksitas dirimu.

Kamu sering bingung dengan peranmu dalam suatu hubungan apalagi tidak mendapat partner yang sensitive dan perhatian seperti dirimu.


* Siapa yang akan Jatuh cinta padamu?

Para pemimpi, mereka yang haus kasih sayang, serta pribadi rasional yang tertarik akan sifat romantismu.



* Siapa yang dapat membuatmu bertekuk lutut?

Mereka yang menarik secara fisik, orang – orang perfeksionis, pendeta, guru, pemusik, orang – orang kesepian dan mereka yang tampaknya misterius.



* Kehebatanmu yang tersembunyi:

Kamu adalah penyelamat, kapanpun dibutuhkan tak perlu diminta, kamu akan menyelamatkan orang yang kamu kasihi.



* Hubungan dengan Zodiak lain:

Cocok: Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn
Perasaan kompleks: Virgo, Pisces
Hubungan aneh: Gemini, Sagittarius
Tidak cocok: Aries, Leo, Libra, Aquarius
READ MORE - Pisces

Aquarius

Posted by Kaka Dens K 05.18 , under | No comments

20 Januari – 18 February

Orang Aquarius umumnya eksentrik. Mereka memiliki kepribadian yang kuat, tidak mudah putuss asa dan sangat yakin akan kemampuan dirinya yang umumnya memang diatas rata – rata..


* Love secret:

Di balik sikap intelektual yang formil, kamu adalah orang yang romantis. Kamu mudah merasa jealous, namun jarang mau mengakuinya.


* Siapa yang akan Jatuh cinta padamu?

Tipe pengusaha mapan yang terkagum – kagum akan kecemerlangan otakmu, atau tipe petualang yang menghabiskan waktu senggangnya mengelilingi dunia.


* Siapa yang dapat membuatmu bertekuk lutut?

Orang – orang dengan ide besar, mereka yang telah mapan dengan usahanya, siapa saja yang memilik kualitas otak cemerlang yang dapat menjadi teman diskusi yang seimbang.


* Kehebatanmu yang tersembunyi:

Kepercayaanmu yang besar akan cinta. Make Love not War. Kamu percaya segala hal dapat diselesaikan dengan cinta, bukan dengan kekerasan.


* Hubungan dengan Zodiak lain:


Cocok: Aries, Gemini, Libra, Sagittarius
Perasaan kompleks: Leo, Aquarius
Hubungan aneh: Taurus, Scorpio
Tidak cocok: Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
READ MORE - Aquarius

Capricorn

Posted by Kaka Dens K 05.05 , under | No comments

21 Desember – 19 Januari

Para Capricorn adalah orang – orang yang realistis. Bukan bberarti mereka tak suka berkhayal, tapi mereka lebih cenderung memikirkan hal – hal yang pragmatis dan sangat down to earth. Sebagai pribadi, umumnya mereka juga dapat dipercaya karena tidk suka memberi janji tanpa bukti.


* Love secret:

Seyia adalah nama tengahnmu! Kamu jarang jatuh cinta dengan cepat . Tapi sekali jatuh cinta, itu bisa berlangsung selamanya.

Dan kamu tak segan – segan mencoba segala sesuatu yang baru dalam urusan cinta dan seks, bila kmu yakin he`s the one.



* Siapa yang akan Jatuh cinta padamu?

Para pemikir yang serius dan pengagum keindahan, biasanya adalah orang – orang pertama yang ga bisa mengalihkan pandangan nya dari kamu. Tapi dengan gayamu yang klasik tapi unik, kamu juga bisa menarik hati seorang playboy sekalipun.



* Siapa yang dapat membuatmu bertekuk lutut?

Mereka yang bisa membuktikan kepadamu bahwa mereka mempunyai nilai lebih dan bisa dipercaya.Harta boleh jadi suatu keharusan, tapi mereka yang jujur berpeluang besar menarik hatimu.


* Kehebatanmu yang tersembunyi:

Kamu bijaksana dalam menghadapi ssegala masalah, dan mau berempati terhadap persoalan orang lain.


* Hubungan dengan Zodiac lain:

Cocok: Scorpio, Taurus, Virgo, Pisces
Perasaan kompleks: Cancer, Capricorn
Hubungan aneh: Aries, Libra
Tidak cocok: Gemini, Leo, Sagittarius, Aquarius
READ MORE - Capricorn

Pengertian Psikologi Pendidikan

Psikologi Pendidikan adalah Satu cabang dari ilmu jiwa yang menyoroti atau mempelajari tentang aspek – aspek pendidikan.

Menurut ensiklopedia amerika, Psikologi pendidikan adalah ilmu yang lebih berprinsip dalam proses pengajaran yang terlibat dengan penemuan – penemuan dan menerapkan prinsip – prinsip dan cara untuk meningkatkan keefisien di dalam pendidikan.

Menurut Barrow, Psikologi Pendidikan adalah seperangkat ilmu yang diperoleh dari penelitian psikologi sebagai acuan lebih efektif di dalam proses belajar mengajar.

Menurut Witheringron pada 1978, Education Psikologi is a sistematic study of the process and factor involved in the education of human being.

Menurut Muhibin Syah pada tahun 2002, mengartikan psikologi Pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang menyelidiki masalah psikologis yang terjadi dalam dunia pendidikan.

Menurut Ellio, dkk di tahun 1999, Education of Pshycology is the aplication of phsycology to the study of development, learning, motivation, instruction, and related issues.

Unknow Source"


training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum
READ MORE - Pengertian Psikologi Pendidikan

10 Jan 2011

Psikologi Pendidikan >> Dampak Psikologis HIV AIDS

Psikologi Pendidikan >> Dampak Psikologis HIV AIDS

By Muhammad Baitul Alim

AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah sindrom dengan gejala penyakit infeksi oportunistik atau kanker tertentu akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh infeksi HIV (Human Immunodeficiecy syndrome) yang akhirnya akan membawa kematian pada akhirnya.

Pada umumnya masyarakat tidak mengetahui secara memadai tentang pengertian penyakit HIV/AIDS. Pengetahuan tentang berbagai faktor yang menyebabkan penyakit HIV/AIDS misalnya, masyarakat umumnya juga kurang mengetahui secara rinci. Masyarakat hanya mengetahui penyebab penyakit HIV/AIDS, yang berasal dari perilaku seksual yang menyimpang.

Kosa kata atau istilah yang dipakai masyarakat untuk menyebut perilaku seksual yang menyimpang adalah “suka jajan”, “punya simpanan”, dan hubungan sesame jenis. Sementara itu juga ada yang mneyebut berasal dari alat suntik (yang tercemar virus HIV), dan yang lainnya menyebut tertular dari ibu yang sedang mengandung. Secara teoritis masih banyak kelompok yang beresiko terkena penyakit HIV/AIDS seperti orang yang bekerja ditempat-tempat hiburan, hotel, karaoke, orang yang sering bepergian jauh, dan sebagainya termasukorang yang tinggal di lokalisasi.

Sekitar 75-90 % pasien AIDS mengalami patologi otak dengan berbagai sindrome neuropsikiatri, pada 10 % pasien dengan infeksi HIV, komplikasi neuropsikiatri merupakan gejala utama. Pada pasien dengan infeksi HIV dan AIDS dapat ditemukan kelainan-kelainan psikiatri klasik seperti depresi, ansietas, psikosis dan lain-lain. Selain itu juga terdapat dampak psikososial yang dapat ditemukan pada pasien HIV/AIDS.

Ketika seseorang diberitahukan bahwa hasil tes HIV-nya positif, mereka dikonfrontasikan pada kenyataan bahwa mereka berhadapan dengan suatu keadaan terminal. Kenyataan ini akan memunculkan perasaan shock, penyangkalan, tidak percaya, depresi, kesepian, rasa tak berpengharapan, duka, marah, dan takut. Hal ini dapat menimbulkan kecemasan dan depresi.

Selama tahun-tahun awal di mana belum muncul gejala, stres akan berkurang. Tetapi, dengan berjalannya waktu di mana fungsi imun semakin menurun dan mulai ada tanda-tanda berhubungan dengan HIV seperti ruam-ruam kulit, penurunan berat badan, sesak napas, dan sebagainya, kecemasan serta depresi dapat timbul lagi. Mungkin disertai pula gagasan bunuh diri, gangguan tidur, dan sebagainya.

Pasien HIV/AIDS memiliki kebutuhan-kebutuhan khusus yang perlu dipertimbangkan dengan menetapkan tujuan terapi sebagai berikut:

  1. Membantu pasien mempertahankan kontrol akan hidupnya dan membantu mereka menemukan mekanisme pertahanan yang sehat, termasuk sikap yang selalu positif dalam menghadapi begitu banyak tantangan dan stres dalam perjalanan penyakitnya.
  2. Membantu pasien menghadapi perasaan bersalah, penyangkalan, panik, dan putus asa.
  3. Bekerja bersama pasien menciptakan perasaan self-respect (menghormati diri sendiri) dan menyelesaikan konflik mereka jika ada (misalnya homoseksualitas, penggunaan obat-obat terlarang, dan sebagainya).
  4. Membantu mereka berkomunikasi dengan keluarga, pasangan hidup dan teman-teman mengenai penyakit mereka dan rasa takut akan penolakan serta ditinggalkan. Juga membantu mereka membina hubungan interpersonal yang memuaskan.
  5. Membantu mereka membangun strategi untuk berhadapan dengan krisis nyata yang mungkin terjadi, baik dalam kesehatan maupun sosioekonomi, dan hal-hal dalam kehidupan lainnya.




training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum
READ MORE - Psikologi Pendidikan >> Dampak Psikologis HIV AIDS

Psikologi Pendidikan >> Definisi Kecemasan

Definisi Kecemasan

By Muhammad Baitul Alim

Lazarus (1969), kecemasan merupakan suatu respon dari pengalaman yang dirasa tidak menyenangkan dan di ikuti perasaan gelisah, khawatir, dan takut. Kecemasan merupakan aspek subjektif dari emosi seseorang karena melibatkan faktor perasaan yang tidak menyenangkan yang sifatnya subjektif dan timbul karena menghadapi tegangan, ancaman kegagalan, perasaan tidak aman dan konflik dan biasanya individu tidak menyadari dengan jelas apa yang menyebabkan ia mengalami kecemasan.

The New Encyclopedia Britannica (1990) kecemasan atau anxiety adalah suatu perasaan takut, kekuatiran atau kecemasan yang seringkali terjadi tanpa ada penyebab yang jelas. Kecemasan dibedakan dari rasa takut yang sebenarnya, rasa takut itu timbul karena penyebab yang jelas dan adanya fakta-fakta atau keadaan yang benar-benar membahayakan, sedangkan kecemasan timbul karena respon terhadap situasi yang kelihatannya tidak menakutkan, atau bisa juga dikatakan sebagai hasil dari rekaan, rekaan pikiran sendiri (praduga sbuyektif), dan juga suatu prasangka pribadi yang menyebabkan seseorang mengalami kecemasan.

Pendekatan-pendekatan kecemasan :

  1. Psikoanalitik menyatakan bahwa sumber-sumber kecemasan adalah adanya suatu konflik bawah sadar. Freud meyakini bahwa kecemasan merupakan hasil dari konflik antara dorongan-dorongan id dan desakan-desakan ego, dan superego. Dorongan ini dapat merupakan ancaman bagi setiap individu karena berlawanan dengan nilai-nilai personal dan social (Atkinson, dkk, 1983 : 431-432).
  2. Teori perilaku menyatakan bahwa kecemasan adalah suatu respon yang dibiaskan terhadap stimuli lingkungan spesifik. Pengertian kognitif keadaan kecemasan nonfobik menyatakan bahwa pola berpikir yang salah, terdistorsi, atau tidak produktif (counterproductive) menyertai atau mendahului perilaku maladaptive dan gangguan emosional. Subjek yang menderita gangguan kecemasan cenderung menilai lebih (overestimate) terhadap derajat bahaya dan kemungkinan bahaya di dalam situasi tertentu dan cenderung menilai rendah (underestimate) kemampuan dirinya untuk mengatasi ancaman yang datang kepada kesehatan fisik dan psikologisnya.

Sue (dalam Herber dan Runyon, 1984) membagi kecemasan dalam empat cara, yaitu :

  1. Cara kognif yaitu dapat berubah dari rasa khawatir hingga panik, preokupasi pada bahaya yang tidak mengenakkan untuk diketahui, ketidakmampuan berkonsentrasi dan mengambil keputusan, dan sulit tidur.
  2. Cara motorik yaitu sering menunjukkan gerakan-gerakan tidak beratur, gemetar, individu sering menunjukkan beberapa perilaku seperti gelisah, melangkah mondar-mandir, menggigit-gigiti bibir dan kuku, dan gugup.
  3. Cara otomatis yaitu perubahan pada sistem saraf otonom dan sering direfleksikan dalam bentuk sesak nafas, mulut kering, tangan dan kaki jadi dingin, sering buang air kecil, jantung berdebar-debar, tekanan darah meningkat, keringat berlebihan, ketegangan otot dan gangguan pencernaan.
  4. Cara afektif yaitu seperti merasa tidak enak dan khawatir mengenai bahaya yang akan datang.

Tipe Kecemasan :

  1. Maramis (1990) membagi kecemasan menjadi 3 bagian :
  2. kecemasan yang mengambang (free floating anxiety), kecemasan yang menyerap dan tidak ada hubungannya dengan suatu pemikiran.
  3. Agitasi, kecemasan yang disertai kegelisahan motorik yang hebat.
  4. Panik, serangan kecemasan yang hebat dengan kegelisahan dan kebingungan serta hiperaktifitas yang tidak terkontrol.

Freud (dalam Suryabrata, 1982), membagi kecemasan berdasarkan sumbernya :

  1. kecemasan neurotis yang timbul karena id (rangsangan insting yang menuntut pemuasan segera) muncul sebagai suatu rangsangan yang mendorong ego untuk melakukan hel-hal yang tidak dapat diterima oleh lingkungan. Ciri kecemasan neurotic yang dapat dilihat dengan jelas adalah ketakutan yang tegang dan tidak rasional phobia).
  2. kecemasan moral, individu yang superego berkembang baik cenderung untuk merasa berdosa apabila ia melakukan atau bahkan berpikir untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma moral. Kecemasan moral ini juga mempunyai dasar dalam realitas karena dimasa yang lampau orang telah mendapatkan hukuman sebagai akibat dari perbuatan yang melanggar kode moral dan mungkin akan mendapatkan hukuman lagi.
  3. kecemasan realistis, kecemasan yang timbul karena adanya ancaman dari dunia luar. Kecemasan ini sering kali di interpretasikan sebagai rasa takut. Kecemasan realistis ini adalah kecemasan yang paling pokok sedangkan dua kecemasan yang lain (neurotik dan moral) berasal dari kecemasan ini.

Freud (Hillgrad & Atkinson, 1979), membagi kecemasan menjadi dua bagian :

  1. Kecemasan objektif, kecemasan ini dinilai Freud sebagai suatu respon yang tidak relistik terhadap bahaya eksternal yang mulanya sama dengan rasa takut.
  2. kecemasan neurotis, kecemasan yang timbul dari konflik alam bawah sadar dalam diri individu karena konflik itu tidak disadari, individu tidak mengatahui alasan kecemasannya.


Source: http://www.psikologizone.com/definisi-kecemasan-apa-itu-kecemasan






training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum
READ MORE - Psikologi Pendidikan >> Definisi Kecemasan

9 Jan 2011

Psikologi Pendidikan Menurut Encyclopedia Amerika

Pengertian Psikologi Pendidikan Menurut Encyclopedia Amerika

Education Psychology is concerned with finding and applying principles and techniques that promote efficiency in instruction

According Barlow ( 1985 ) said Education Psychology is a body of knowledge grounded in psychologycal research wich providers repertoire of resourses to aid you in funcioning more effectively in teaching – learning process

Witherington ( 19778 ) said Education Psychology is a systematic study of the process and factors involved in the education of human being

Muhibbin Syah ( 2002 ) Said education Psychology is sebuah disiplin psychology yang menyelidiki masalah psikologis yang terjadi dalam dunia pendidikan

Elliot, dkk ( 1999 ) Said Education Psychology is the application of psychology to the study of development, learning, motivation, instruction and related issues






training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum
READ MORE - Psikologi Pendidikan Menurut Encyclopedia Amerika

Psikologi Pendidikan dan Guru

Psikologi Pendidikan dan Guru

Secara etimologis, psikologi berasal dari kata “psyche” yang berarti jiwa atau nafas hidup, dan “logos” atau ilmu. Dilihat dari arti kata tersebut seolah-olah psikologi merupakan ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Jika kita mengacu pada salah satu syarat ilmu yakni adanya obyek yang dipelajari, maka tidaklah tepat jika kita mengartikan psikologi sebagai ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa, karena jiwa merupakan sesuatu yang bersifat abstrak dan tidak bisa diamati secara langsung.
Berkenaan dengan obyek psikologi ini, maka yang paling mungkin untuk diamati dan dikaji adalah manifestasi dari jiwa itu sendiri yakni dalam bentuk perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan demikian, psikologi kiranya dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Psikologi terbagi ke dalam dua bagian yaitu psikologi umum (general phsychology) yang mengkaji perilaku pada umumnya dan psikologi khusus yang mengkaji perilaku individu dalam situasi khusus, diantaranya :
Psikologi Perkembangan; mengkaji perilaku individu yang berada dalam proses perkembangan mulai dari masa konsepsi sampai dengan akhir hayat.
Psikologi Kepribadian; mengkaji perilaku individu khusus dilihat dari aspek – aspek kepribadiannya.
Psikologi Klinis; mengkaji perilaku individu untuk keperluan penyembuhan (klinis)
Psikologi Abnormal; mengkaji perilaku individu yang tergolong abnormal.
Psikologi Industri; mengkaji perilaku individu dalam kaitannya dengan dunia industri.
Psikologi Pendidikan; mengkaji perilaku individu dalam situasi pendidikan
Disamping jenis – jenis psikologi yang disebutkan di atas, masih terdapat berbagai jenis psikologi lainnya, bahkan sangat mungkin ke depannya akan semakin terus berkembang, sejalan dengan perkembangan kehidupan yang semakin dinamis dan kompleks.
Psikologi pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena didalamnya telah memiliki kriteria persyaratan suatu ilmu, yakni :
Ontologis; obyek dari psikologi pendidikan adalah perilaku-perilaku individu yang terlibat langsung maupun tidak langsung dengan pendidikan, seperti peserta didik, pendidik, administrator, orang tua peserta didik dan masyarakat pendidikan.
Epistemologis; teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip dan dalil – dalil psikologi pendidikan dihasilkan berdasarkan upaya sistematis melalui berbagai studi longitudinal maupun studi cross sectional, baik secara pendekatan kualitatif maupun pendekatan kuantitatif.
Aksiologis; manfaat dari psikologi pendidikan terutama sekali berkenaan dengan pencapaian efisiensi dan efektivitas proses pendidikan.
Dengan demikian, psikologi pendidikan dapat diartikan sebagai salah satu cabang psikologi yang secara khusus mengkaji perilaku individu dalam konteks situasi pendidikan dengan tujuan untuk menemukan berbagai fakta, generalisasi dan teori-teori psikologi berkaitan dengan pendidikan, yang diperoleh melalui metode ilmiah tertentu, dalam rangka pencapaian efektivitas proses pendidikan.
Pendidikan memang tidak bisa dilepaskan dari psikologi. Sumbangsih psikologi terhadap pendidikan sangatlah besar. Kegiatan pendidikan, khususnya pada pendidikan formal, seperti pengembangan kurikulum, Proses Belajar Mengajar, sistem evaluasi, dan layanan Bimbingan dan Konseling merupakan beberapa kegiatan utama dalam pendidikan yang di dalamnya tidak bisa dilepaskan dari psikologi.
Pendidikan sebagai suatu kegiatan yang di dalamnya melibatkan banyak orang, diantaranya peserta didik, pendidik, adminsitrator, masyarakat dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu, agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien, maka setiap orang yang terlibat dalam pendidikan tersebut seyogyanya dapat memahami tentang perilaku individu sekaligus dapat menunjukkan perilakunya secara efektif.
Guru dalam menjalankan perannya sebagai pembimbing, pendidik dan pelatih bagi para peserta didiknya, tentunya dituntut memahami tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang yang terkait dengan tugasnya,–terutama perilaku peserta didik dengan segala aspeknya–, sehingga dapat menjalankan tugas dan perannya secara efektif, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.
Di sinilah arti penting Psikologi Pendidikan bagi guru. Penguasaan guru tentang psikologi pendidikan merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru, yakni kompetensi pedagogik. Muhibbin Syah (2003) mengatakan bahwa “diantara pengetahuan-pengetahuan yang perlu dikuasai guru dan calon guru adalah pengetahuan psikologi terapan yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar peserta didik”
Dengan memahami psikologi pendidikan, seorang guru melalui pertimbangan – pertimbangan psikologisnya diharapkan dapat :
1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat.
Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru akan dapat lebih tepat dalam menentukan bentuk perubahan perilaku yang dikehendaki sebagai tujuan pembelajaran. Misalnya, dengan berusaha mengaplikasikan pemikiran Bloom tentang taksonomi perilaku individu dan mengaitkannya dengan teori-teori perkembangan individu.
2. Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai.
Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru dapat menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, dan mampu mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan individu, jenis belajar dan gaya belajar dan tingkat perkembangan yang sedang dialami siswanya.
3. Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling.
Tugas dan peran guru, di samping melaksanakan pembelajaran, juga diharapkan dapat membimbing para siswanya. Dengan memahami psikologi pendidikan, tentunya diharapkan guru dapat memberikan bantuan psikologis secara tepat dan benar, melalui proses hubungan interpersonal yang penuh kehangatan dan keakraban.
4. Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik.
Memfasilitasi artinya berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki siswa, seperti bakat, kecerdasan dan minat. Sedangkan memotivasi dapat diartikan berupaya memberikan dorongan kepada siswa untuk melakukan perbuatan tertentu, khususnya perbuatan belajar. Tanpa pemahaman psikologi pendidikan yang memadai, tampaknya guru akan mengalami kesulitan untuk mewujudkan dirinya sebagai fasilitator maupun motivator belajar siswanya.
5. Menciptakan iklim belajar yang kondusif.
Efektivitas pembelajaran membutuhkan adanya iklim belajar yang kondusif. Guru dengan pemahaman psikologi pendidikan yang memadai memungkinkan untuk dapat menciptakan iklim sosio-emosional yang kondusif di dalam kelas, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan.
6, Berinteraksi secara tepat dengan siswanya.
Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan memungkinkan untuk terwujudnya interaksi dengan siswa secara lebih bijak, penuh empati dan menjadi sosok yang menyenangkan di hadapan siswanya.
7. Menilai hasil pembelajaran yang adil.
Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan dapat mambantu guru dalam mengembangkan penilaian pembelajaran siswa yang lebih adil, baik dalam teknis penilaian, pemenuhan prinsip-prinsip penilaian maupun menentukan hasil-hasil penilaian.

Disadur dari http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/02/psikologi-pendidikan-dan-guru/





training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum
READ MORE - Psikologi Pendidikan dan Guru

Peranan >> Psikologi Pendidikan

PERANAN PSIKOLOGI-PENDIDIKAN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Kajian psikologi pendidikan telah melahirkan berbagai teori yang mendasari sistem pembelajaran. Kita mengenal adanya sejumlah teori dalam pembelajaran, seperti : teori classical conditioning, connectionism, operant conditioning, gestalt, teori daya, teori kognitiff dan teori-teori pembelajaran lainnya. Terlepas dari kontroversi yang menyertai kelemahan dari masing masing teori tersebut, pada kenyataannya teori-teori tersebut telah memberikan sumbangan yang signifikan dalam proses pembelajaran. Di samping itu, kajian psikologi pendidikan telah melahirkan pula sejumlah prinsip-prinsip yang melandasi kegiatan pembelajaran Nasution (Daeng Sudirwo,2002) mengetengahkan tiga belas prinsip dalam belajar, yakni :

1. Agar seorang benar-benar belajar, ia harus mempunyai suatu tujuan
2. Tujuan itu harus timbul dari atau berhubungan dengan kebutuhan hidupnya dan bukan karena dipaksakan oleh orang lain.
3. Orang itu harus bersedia mengalami bermacam-macam kesulitan dan berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan yang berharga baginya.
4. Belajar itu harus terbukti dari perubahan kelakuannya.
5. Selain tujuan pokok yang hendak dicapai, diperolehnya pula hasil sambilan.
6. Belajar lebih berhasil dengan jalan berbuat atau melakukan.
7. Seseorang belajar sebagai keseluruhan, tidak hanya aspek intelektual namun termasuk pula aspek emosional, sosial, etis dan sebagainya.
8. Seseorang memerlukan bantuan dan bimbingan dari orang lain.
9. Untuk belajar diperlukan insight. Apa yang dipelajari harus benar-benar dipahami. Belajar bukan sekedar menghafal fakta lepas secara verbalistis.
10. Disamping mengejar tujuan belajar yang sebenarnya, seseorang sering mengejar tujuan-tujuan lain.
11. Belajar lebih berhasil, apabila usaha itu memberi sukses yang menyenangkan.
12. Ulangan dan latihan perlu akan tetapi harus didahului oleh pemahaman.
13. Belajar hanya mungkin kalau ada kemauan dan hasrat untuk belajar.
READ MORE - Peranan >> Psikologi Pendidikan

Ruang Lingkup >> Psikologi Pendidikan

Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 )
· Hubungan antara psikologi dengan guru
· Manajemen kelas : Perkembangan dan sosialisasi anak kepemimpinan dan dinamika kelompok, modelling, reward, punishment, extinction. Hasil – hasil penelitian manajemen kelas, persiapan dan pelaksanaan pengajaran yang baik.
· Mengurai masalah belajar : pengertian, prinsip, perbedaan individu dalam belajar, model dan desain belajar dan prinsip pengajaran
· Pertumbuhan dan perkembangan dalam pendidikan : Prinsop dalam perkembangan fisik, kognitif, sosial dan kepribadian, kreativitas dan aplikasinya dalam pendidikan
· Motivasi : Pengertian, teori dan aplikasinya dalam pendidikan
· Evaluasi dalam belajar : pengertian, macam, cara menyusun, prosedur penilaian, monitoring kemajuan siswa, validiras dan realibilitas penggunaan statistik dalam pengolahan hasil tes
Namun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) Ruang Lingkup psikologi pendidikan meliputi :
· Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup, tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan
· Pembawaaan
· Lingkungan fisik dan psikologis
· Perkembangan siswa
· Proses – proses tingkah laku
· Hakekat dan ruang lingkup belajar
· Faktor yang mempengaruhi belajar
· Hukum dan teori belajar
· Pengukuran pendidikan
· Aspek praktis pengukuran pendidikan
· Transfer belajar
· Ilmu statistik dasar
· Kesehatan mental
· Pendidikan membentuk watak / kepribadian
· Kurikulum pendidikan sekolah dasar
· Kurikulum pendidikan sekolah menengah
Menurut Elliot, dkk ( 1999 )
Introduction to edicational psychology :
· Educational psychology : teaching and learning
· Research and educational psychology
· Deversity in the classroom : Culture, Class, and Gender
The Development of student
· Cognitive and language development
· Psychosicial and moral development
· Excepcional students
Learning teori and practice
· Behavioral psychology and learning
· Cognitive psychology and learning
· Thingking skill and problem solving strategies
· Motivation in the classroom
Desaign and management of classroom instruction
· Planning for essential learning outcomes
· Effective teaching strategies and the desaign of instruction
· Classroom management : Organitation and control
· Teaching and technology
Assesment learning and evaluating education
· Teacher construction test and perfomance assesment method
· Standardized test and rating scale in the classroom
Manfaat Psikologi Pendidikan
Menurut Moh Surya ( 1972 )
· Untuk membantu para guru dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik mengenai pendidikan dan profesinya
Menurut Chaplin ( 1972 )
· Untuk membantu memcahkan masalah yang terdapat dalam dunia pendidikan yang meliputi guru, siswa, materi, metode, dalam masalah belajar – mengajar


Terdapat beberapa macam – macam kegiatan yang memerlukan prinsip psikologis :
· Seleksi penerimaan siswa baru
· Perencanaan pendidikan
· Penyusun kurikulum
· Penelitian kependidikan
· Administrasi kependidikan
· Pemilihan materi pelajaran
· Interaksi belajar – mengajar
· Pelayanan bimbingan dan konseling
· Evaluasi belajar







training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum
READ MORE - Ruang Lingkup >> Psikologi Pendidikan

Studi >> Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan adalah studi ilmiah tentang perilaku dan proses mental. Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Psikologi pendidikan adalah bidang yang sangat luas sehingga dibutuhkan satu buah bahasan tersendiri untuk menjelaskannya.

Awal mula munculnya psikologi pendidikan berawal dari tokoh pertama, William James (1842-1910) memberikan serangkaian kuliah bertajuk “Talks to Teachers”. Dalam kuliah ini ia mendiskusikan aplikasi psikologi untuk mendidik anak. Ia menegaskan pentingnya mempelajari proses belajar dan mengajar di kelas guna meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu rekomendasinya adalah mulai mengajar pada titik yang sedikit lebih tinggi di atas tingkat pengetahuan dan pemahaman anak dengan tujuan untuk memperluas cakrawala pemikiran anak.

Tokoh kedua, John Dewey (1859-1952) merupakan motor penggerak pengaplikasian psikologi dalam tingkat praktis, sehingga kemudian ia membangun laboratorium psikologi pendidikan pertama di Universitas Columbia Amerika Serikat (1894). Beberapa kajian yang penting darinya adalah pertama, kita mendapatkan pandangan tentang anak sebagai pembelajar aktif (active learning), dimana anak bukan pasif duduk diam menerima pelajaran tetapi juga aktif agar proses belajar anak akan lebih baik.

Kedua, pendidikan harus difokuskan pada anak secara keseluruhan dan kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Dewey percaya bahwa anak-anak seharusnya tidak mendapatkan pelajaran akademik saja, tetapi juga harus mempelajari cara untuk berpikir dan beradaptasi dengan lingkungan luar sekolah, seperti mampu untuk memecahkan masalah dengan baik. Ketiga, ia berpendapat bahwa semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang selayaknya, mulai dari kaya dan miskin, laki-laki dan perempuan, semua golongan etnis, sampai pada semua lapisan ekonomi-sosial.

Tokoh ketiga, E.L Thorndike (1874-1949) berpendapat bahwa salah satu tugas pendidikan di sekolah yang paling penting adalah menanamkan keahlian penalaran anak. Thorndike sangat ahli dalam melakukan studi belajar dan mengajar secara ilmiah. Thorndike mengajukan gagasan bahwa psikologi pendidikan harus punya basis ilmiah dan harus berfokus pada pengukuran.

Mengajar : Antara Seni dan Ilmu Pengetahuan

Seberapa ilmiahkah pendekatan mengajar yang dipakai seorang guru? Baik sains maupun seni dan pengalaman keahlian mengajar berperan penting bagi keberhasilan seorang guru. Bidang psikologi pendidikan banyak mengambil sumber teori dan riset psikologi yang lebih luas. Misalnya, teori perkembangan kognitif dan bicara dalam rangka memberikan informasi bagi guru tentang bagaimana mendidik anak.

Psikologi pendidikan juga banyak memanfaatkan teori dan riset yang disusun dan dilakukan langsung oleh para ahli psikologi pendidikan dan dari pengalaman praktis para guru. Misalnya, motivasi, mengajar dan pembelajaran yang seharusnya diterapkan dalam proses pendidikan. Ahli psikologi pendidikan juga mengakui bahwa mengajar terkadang harus mengabaikan saran-saran ilmiah, tetapi menggunakan improvisasi dan spontanitas.

Sebagai sebuah ilmu, tujuan psikologi pendidikan adalah memberi kita pengetahuan riset yang dapat secara efektif di aplikasikan untuk situasi mengajar. Tetapi, pengajaran kita tetap merupakan sebuah seni mengajar. Selain hal-hal yang bisa kita pelajari dari riset, kita juga akan terus-menerus membuat penilaian penting di kelas berdasarkan keahlian dan pengalaman pribadi kita, dan juga berdasarkan saran yang bijak dari guru-guru lain yang lebih berpengalaman.

Daftar Pustaka:
santrock, W John. 2004. Educational Psychology: 2nd Edition. McGraw-Hill Company, inc.






training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum
READ MORE - Studi >> Psikologi Pendidikan

Makalah >> Psikologi Pendidikan

Makalah Psikologi Pendidikan

DOwnload Lengkap Makalah disini

Ringkasan isi
Pendidikan merupakan proses tiada henti sejak manusia dilahirkan hingga akhir hayat. Bahkan banyak pendapat mengatakan bahwa pendidikan sudah dimulai sejak manusia masih berada dalam kandungan (pra-natal). Pastinya, proses pendidikan akan dan harus dialami dan dijalani oleh setiap manusia di setiap waktu. Masa usia dini (2 – 5 tahun) adalah salah satu fase pendidikan yang dijalani oleh manusia. Masa ini merupakan masa pendidikan yang lebih terfokus pada psikomotor anak serta penanaman akhlaq dan sikap hidup anak didik. Psikologi pendidikan sebagai salah satu cabang ilmu psikologi, memberikan kontribusi penting pada proses pendidikan anak usia dini. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sudah sejak lama bidang psikologi pendidikan telah digunakan sebagai landasan dalam pengembangan teori dan praktek pendidikan dan telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pendidikan, diantaranya terhadap pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran dan sistem penilaian.
B. RUMUSAN MASALAH
Banyak masalah yang dapat diangkat mengenai psikologi pendidikan dalam pendidikan anak usia dini. Pada makalah ini penulis akan mengangkat masalah “Bagaimana peranan psikologi pendidikan pada pendidikan anak usia dini”. Beberapa pertanyaan masalah yang akan penulis bahas yaitu:
1. Apa yang dimaksud dengan psikologi pendidikan?
2. Apa yang dimaksud dengan pendidikan anak usia dini?
3. Bagaimana peranan psikologi pendidikan pada pendidikan anak usia dini?

2
BAB II PEMBAHASAN
A. PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
Psikologi adalah ilmu yang tergolong muda (sekitar akhir 1800an.) Tetapi, orang di sepanjang sejarah telah memperhatikan masalah psikologi. Seperti filsuf yunani terutama Plato dan Aristoteles. Setelah itu St. Augustine (354-430) dianggap tokoh besar dalam psikologi modern karena perhatiannya pada intropeksi dan keingintahuannya tentang fenomena psikologi. Descrates (1596-1650) mengajukan teori bahwa hewan adalah mesin yang dapat dipelajari sebagaimana mesin lainnya. Ia juga memperkenalkan konsep kerja refleks. Banyak ahli filsafat terkenal lain dalam abad tujuh belas dan delapan belas—Leibnits, Hobbes, Locke, Kant, dan Hume—memberikan sumbangan dalam bidang psikologi. Pada waktu itu psikologi masih berbentuk wacana belum menjadi ilmu pengetahuan. Wilayah Aplikasi psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. walaupun demikian, belum terbiasanya orang-orang indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah aplikasi ini rancu. misalnya, seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan, atau sebaliknya.




training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum
READ MORE - Makalah >> Psikologi Pendidikan

Pengertian >> Psikologi Pendidikan

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

A. PENGERTIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
1. Pengertian Psikologi
Secara harafiah (Syah, 1997 / hal. 7)
Berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata yaitu : psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Jadi, psikologi berarti ilmu jiwa.

William James (Syah, 1997/ hal. 8) menganggap psikologi sebagai ilmu pengetahuan tentang kehidupan mental

John B. Watson (Syah, 1997 / hal.8) mengubah definisi psikologi menurut James menjadi ilmu pengetahuan tentang tingkah laku (behaviour) organisme.

Caplin (Syah, 1997 / hal. 8) mendefinisikan psikologi sebagai
“..... the science of human and animal behavior, the study of of the organisme in all its variety and complexity as it responds to the flux and flow of the physical and social events which make up the environment”
(Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam dan kerumitannya ketika mereaksi arus dan perubahan lingkungan).

Edwin G. Boring dan Herbert S. Langfeld (Sarwono dalam Syah, 1997 / hal.8) mendefinisikan psikologi sebagai studi tentang hakikat manusia.

Poerbakawatja dan Harahap (Syah, 1997 / hal.8) membatasi psiklogi sebagai “cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan aas gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa”. Dimana gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa tersebut meliputi respon organisme dan hubungannya dengan lingkungannya.

Syah (1997 / hal.9) membuat kesimpulan tentang pengertian psikologi dari beberapa definisi di atas, dimana psikologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia, baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Lingkungan dalam hal ini meliputi semua orang, barang, keadaan dan kejadian yang ada di sekitar manusia.

2. Pengertian Pendidikan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Syah, 1997 / hal.10)
Pendidikan berasal dari kata “didik”, yang mendapat awal me sehingga menjadi “mendidik” artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.
Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan

Menurut McLeod (Syah, 1997 / hal. 10)
Dalam bahasa Inggris, education (pendidikan) berasal dari kata educate (mendidikan) artinya memberi peningkatan (to elicit, to give rise to), dan mengembangkan (to evolve, to develop).
Dalam pengertian yang sempit, education atau pendidikan berarti perbuatan atau proses perbuatan untuk memperoleh pengetahuan

Tardif (Syah, 1997 / hal. 10)
Secara luas, pendidikan adalah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan.
Secara luas dan representatif, pendidikan ialah .....the total process of developing human abilities and behaviors, drawing on almost all life’s experience (seluruh tahapan pengembangan kemampuan-kemampuan dan perilaku-perilaku manusia dan juga proses penggunaan hampir seluruh pengalaman kehidupan)

Menurut Dictionary of Psychology (Syah, 1997 / hal. 11)
Pendidikan diartikan sebagai ..... the institutional procedures which are employed in accomplishing the development of knowledge, habits, attitudes etc. Usually the term is applied to formal institution.
Jadi pendidikan berarti tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan (seperti sekolah, madrasah) yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan, kebiasaan, sikap dan sebagainya. Pendidikan dapat berlangsung secara informal dan nonformal disamping secara formal seperti sekolah, madrasah dan institusi-institusi lainnya.
Bahkan menurut definisi di atas, pendidikan juga dapat berlangsung dengan cara mengajar diri sendiri (self-instruction)

Poerbakawatja dan Harahap (Syah, 1997 / hal. 11)
Pendidikan adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk dengan pengaruhnya meningkatkan si anak ke kedewasaan yang selalu diartikan mampu menimbulkan tanggung jawab moril dari segala perbuatannya.

3. Pengertian Psikologi Pendidikan
Arthur S. Reber (Syah, 1997 / hal. 12)
Psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal sebagai berikut :
a. Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas
b. Pengembangan dan pembaharuan kurikulum
c. Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan
d. Sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif
e. Penyenggaraan pendidikan keguruan

Barlow (Syah, 1997 / hal. 12)
Psikologi pendidikan adalah ...... a body of knowledge grounded in psychological research which provides a repertoire of resource to aid you in functioning more effectively in teaching learning process.
Psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu anda melaksanakan tugas-tugas seorang guru dalam proses belajar mengajar secara efektif.

Tardif (Syah, 1997 / hal. 13)
Psikologi pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan.

Witherington (Buchori dalam Syah, 1997 / hal. 13)
Psikologi pendidikan sebagai “ A systematic study of process and factors involved in the education of human being.
Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia.





training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum
READ MORE - Pengertian >> Psikologi Pendidikan

7 Jan 2011

psikologi sosial

Hubungan psikologi sosial dengan ilmu-ilmu sosial lainnya

Serge moscovici seorang psikolog sosial perancis menyatakan bahwa psikologi sosial adalah jembatan diantara cabang-cabang pengetahuan sosial lainnya. Sebab psikologi sosial mengakui pentingnya memandang individu dalam suatu system sosial yang lebih luas dan karena itu menarik kedalamnya sosiologi, ilmu politik, antropologi, dan ekonomi. Psikologi sosial mengakui aktifitas manusia yang rentangnya luas dan pengaruh budaya serta perilaku manusia dimasa lampau. Dalam mengambil fokus ini psikologi sosial beririsan dengan filsafat, sejarah, seni dan musik. Selain itu psikologi sosial memiliki perspektif luas dengan berusaha memahami relevansi dari proses internal dari aktivitas manusia terhadap perilaku sosial. Dalam hal ini psikologi sosial misalnya mungkin mempertanyakan bagaimana keadaan orang setelah menyaksikan suatu kejadian menakutkan akan mempengaruhi arousal secara fisiologis, seperti tekanan darah dan serangan jantung. Karena perspektif ini, maka dibahas tentang persepsi, kognisi dan respon fisiologis.

Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa cirikhas dari psikologi sosial adalah memfokuskan pada individu daripada kelompok atau unit.sementara ahli ilmu sosial yang lain mempergunakan analisis kemasyarakatan yakni mempergunakan faktor-faktor secara luas untuk menjelaskan perilaku sosial. Misalnya sosiologi lebih tertarik pada struktur dan fungsi kelompok. Kelompok itu dapat kecil (keluarga), atau moderat (perkumpulan mahasiswa, klub sepakbola), atau luas (suatu masyarakat).

Sementara bidang studi lain dari psikologi yang tertarik pada keunikan dari perilaku individu adalah psikologi kerpibadian. Pendekatan psikologi kepribadian adalah membandingkan masing-masing orang. Sementara pendekatan psikologi sosial adalah mengidentifikasikan respon (cara bereaksi) dari sebagian besar atau kebanyakan orang dalam suatu situasi dan meneliti bagaimana situasi itu mempengaruhi respon tersebut.

Marilah kita bandingkan ketiga pendekatan tersebut dengan menggunakan contoh yang spesifik untuk menganalisis terjadinya tindak kekerasan. Pendekatan kemasyarakatan cenderung menunjukkan adanya kaitan antara tingkat kejahatan yang tinggi dengan kemiskinan, urbanisasi yang cepat, dan industrialisasi dalam suatu masyarakat. Untuk membuktikan kesimpulan ini, mereka menunjukkan beberapa fakta tertentu : orang yang miskin lebih sering melakukan kejahatan; kejahatan lebih banyak timbul di daerah kumuh ketimbang di lingkungan elit; kriminalitas meningkat pada masa resesi ekonomi dan menurun di saat kondisi ekonomi membaik.

Sementara pendekatan individual dalam bidang psikologi yang lain (psikologi kepribadian, perkembangan dan klinis) cenderung menjelaskan kriminalitas berdasarkan karakteristik dan pengalaman criminal individu yang unik. Pendekatan ini akan mempelajari perbedaan individual yang menyebabkan sebagian orang melakukan tindak criminal, yang tidak dilakukan oleh orang lain dengan latar belakang yang sama, untuk itu, biasanya mereka memusatkan pada latar belakang individu, misalnya bagaimana perkembangan orang itu? Disiplin apakah yang diterapkan orang tuanya? Mungkin orang tua yang kasar cenderung menumbuhkan anak belajar berperilaku kasar?. Penelitian dapat dilakukan dengan membandingkan latar belakang keluarga anak yang nakal dengan yang tidak nakal. Jadi analisis semacam ini memusatkan pada bagaimana dalam situasi yang sama orang dapat melakukan perilaku yang berbeda karena pengalaman masa lalu yang unik.

Sebaliknya psikologi sosial lebih berpusat pada usaha memahami bagaimana seseorang bereaksi terhadap situasi sosial yang terjadi. Psikologi sosial mempelajari perasaan subyektif yang biasanya muncul dalam situasi sosial tertentu, dan bagaimana perasaan itu mempengaruhi perilaku. Situasi interpersonal apa yang menimbulkan perasaan marah, dan meningkatkan atau menurunkan kemungkinan munculnya perilaku agresi? Sebagai contoh, salah satu prinsip dasar psikologi sosial adalah bahwa situasi frustasi akan membuat orang marah, yang memperbesar kemungkinan timbulnya mereka melakukan perilaku agresi. Akibat situasi yang menimbulkan frustasi ini merupakan penjelasan alternative mengenai sebab timbulnya kejahatan. Hubungan itu tidak hanya menjelaskan mengapa perilaku agresif terjadi dalam situasi tertentu, tetapi juga menjelaskan mengapa faktor ekonomi dan kemasyarakatan menimbulkan kejahatan. Misalnya, orang miskin berduyun-duyun dating ke kota akan mengalami frustasi; mereka ternyata sulit mencari pekerjaan, mereka tidka dapat membeli apa yang mereka inginkan, tidak dapat hidup layak seperti yang mereka bayangkan. Dan frustasi ini merupakan sebab utama munculnya sebagian besar perilaku criminal. Psikologi sosial biasanya juga menyangkut perasaan-perasaan subyektif yang ditimbulkan situasi interpersonal, yang kemudian mempengaruhi perilaku individu. Dalam contoh ini situasi frustasi menimbulkan kemarahan, yang kemudian menyebabkan timbulnya perilaku agresif.

Kesimpulan : pada dasarnya psikologi sosial sangat berhubungan dengan ilmu sosial lain nya, dimana psikologi sosial merupakan bagian dari semua cabang ilmu sosial lainnya!



Source: http://trescent.wordpress.com/





training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum
READ MORE - psikologi sosial

Psikologi Anak Usia Dini >> Menggali Rasa Ingin Tahu Anak

Jangan bingung apalagi merasa terganggu menghadapi si kecil yang ceriwis dan banyak tanya. Kita harus optimal menggali rasa ingin tahunya agar ia tak jadi pribadi “kerdil”.

Kalau kita cuek atau malah merasa terganggu, bisa merugikan perkembangan wawasan dan kepribadian anak. Begitu pun kalau kita selalu melarang atau sebaliknya, kelewat melindungi. Nanti ia jadi enggak PD, lo, alias tak percaya diri, enggak punya inisiatif, selalu ragu-ragu, dan cenderung menarik diri dalam pergaulan. Kasihan, kan?

Itulah mengapa, tegas Evi Sukmaningrum, SPsi , orang tua harus bekerja keras menggali rasa ingin tahu anak sedini mungkin. Soalnya, di usia 2-3 tahun biasanya anak mulai pintar ngoceh banyak tanya mengenai hal-hal yang ada di sekitarnya. “Rasa ingin tahunya begitu besar karena ia tengah memasuki masa bermain. Anak mulai nenangga dan berinteraksi dengan orang lain. Ia bertemu dengan hal-hal baru di luar rumah dan tak lagi terbatas pada lingkungan di rumahnya saja,” papar pengajar di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, Jakarta, ini. Meskipun sebetulnya rasa ingin tahu anak sudah muncul sejak usia 1 tahun. Hanya saja di usia itu anak masih sebatas observer . Gerakannya masih terbatas pada sekadar mengamati dan memegang, belum bisa mengekspresikan rasa ingin tahunya secara verbal. Itulah mengapa, komunikasi verbal yang intens antara orang tua dan anak sangat diperlukan karena akan melatih keterampilannya bicara, disamping dapat membantu mengembangkan kemampuan otaknya.

SERTAI ALAT PERAGA

Jadi, Bu-Pak, bila si kecil usianya sudah 2-3 tahun namun cenderung pasif dan enggak banyak tanya, saran Evi, cari tahu penyebabnya. Bila mengalami keterlambatan bicara seperti yang banyak terjadi, berarti hambatan untuk berbicara dan bertanya itulah yang harus ditangani lebih dulu. Lewat pemeriksaan yang lebih seksama di bagian saraf, misalnya, karena tak tertutup kemungkinan saraf-saraf yang berkaitan dengan perangkat wicaranyalah yang mengalami gangguan. Atau, bisa jadi otot-otot alat bicaranya, terutama lidah, belum matang atau berkembang sempurna.

Tapi kalau perkembangannya berjalan wajar, ketika ia mulai menunjukkan rasa ingintahu, kita harus peka dan segera merespon dengan memberi keterangan sejelas-jelasnya namun singkat dan disesuaikan dengan bahasa anak seusianya. Kita harus bangga dan senang, lo, kalau si kecil rajin bertanya dan ingin tahu sesuatu karena hal ini sangat positif. “Itu tandanya anak punya minat untuk bereksplorasi terhadap lingkungan sosialnya,” jelas Evi. Jadi, kalau ia tanya soal binatang tertentu yang dilihatnya di TV, misalnya, ya, jelaskan. Sebaiknya, penjelasan verbal disertai alat peraga atau contoh konkret agar bisa dimengerti anak.


Misalnya, mengajak anak ke kebun binatang, sehingga ia bisa melihat secara konkret seperti apa binatang yang pernah ditanyakannya itu. Terlebih lagi bila pertanyaannya membutuhkan penjelasan yang tak mudah. Misalnya, anak menonton adegan mesra di TV lalu tanya, “Kok, orang itu ciuman?” Jawablah, “Itu berarti sayang,” dan berikan contoh, “Nih, seperti Mama sekarang cium Ade, berarti Mama sayang Ade.” Bagi anak, jawaban dengan contoh tersebut sudah cukup. Ia belum bisa, kok, membedakan antara ciuman bermakna sayang dan yang penuh nafsu.

HARUS KONSISTEN

Kalau kita memang benar-benar sibuk dan tak bisa sejenak pun meninggalkan kesibukan tersebut untuk menjawab pertanyaan si kecil, saran Evi, cobalah beri pengertian lebih dulu kepadanya. Misalnya, “Sayang, sekarang Mama harus menyelesaikan dulu pekerjaan Mama. Nanti kalau sudah selesai, Mama akan jawab pertanyaan Ade, ya.” Dengan cara ini, jelas Evi, “anak sebetulnya juga terbantu untuk belajar memahami orang tuanya yang sibuk tanpa ia sendiri merasa di-reject atau ditolak.” Tapi tentu kita harus konsisten. Setelah selesai dengan pekerjaan tersebut, kita temui si kecil dan katakan, “Nah, sekarang Mama sudah selesai dengan pekerjaan Mama. Tadi Ade mau tanya apa?”

Hasilnya akan sangat berbeda, lo, bila kita bersikap enggak konsisten. “Selain rasa ingin tahu anak terpenuhi, respon orang tua juga akan semakin mendekatkan hubungan dengan anak,” lanjut Evi. Tapi kalau kita enggak konsisten, hanya sekadar berjanji, maka yang ditangkap oleh anak adalah, “Ah, percuma. Mama bohong, kok.” Secara tak langsung, kita pun telah menanamkan nilai buruk tentang kejujuran. Iya, kan? Selain itu, tambah Evi, “anak akan mencari dari sumber lain bila pemenuhan kebutuhan rasa ingin tahunya tak didapat dari orang tua, sementara sumber yang ia tanya belum tentu tepat.”

Jikapun sumbernya tepat, tapi kalau tanpa penjelasan yang memadai, bukan tak mungkin pemahaman si anak jadi meleset. Celaka, kan? Belum lagi kalau anak tahu-tahu “pandai” omong kotor atau terbiasa menggunakan umpatan kasar. Bukankah jadi makin gawat? Memang sudah selayaknyalah bila kita mau sedikit “berkorban” untuk menjawab rasa ingin tahu si kecil. Begitu, kan, Bu-Pak?

DORONG BERPIKIR KRITIS

Penting diketahui, pemenuhan rasa ingin tahu anak menjadi salah satu modal bagi perkembangan kecerdasannya. Itulah mengapa, anak yang kritis dan banyak tanya memiliki korelasi untuk bisa digolongkan sebagai anak cerdas. Artinya, anak yang cerdas menunjukkan rasa ingin tahu dan kemampuannya untuk berpikir kritis. “Bukan berarti anak yang enggak berpikir kritis itu enggak cerdas, lo. Kalau orang tua memberi stimulasi pada anak yang kelihatannya pasif, tentu akan sangat membantu,” tutur Evi.

Misalnya, “Ini apa, Nak?” sambil menunjukkan aneka benda berlainan bentuk dan warna. Atau, “ajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengundang kemampuan berpikir anak.” Misalnya, “Kenapa binatang marah kalau diganggu?” Jadi, si kecil yang pendiam belum tentu enggak cerdas, ya, Bu-Pak. Bisa jadi ia pendiam lantaran Bapak-Ibu tak pernah meresponnya untuk banyak bicara ataupun mendorong berpikir kritis. “Yang juga kerap terjadi, orang tua cuma ‘menyuapi’,” tambah Evi.

Ada, lo, anak yang pintar dan tinggi daya tangkap serta daya ingatnya, namun enggak kritis. Lantaran, ibu-bapaknya cenderung cuma memberi tahu dan kerap memberi respon negatif bila anak banyak bertanya ataupun memarahi kala si anak protes. Bagaimana jika orang tua tak memberi respon positif karena tak tahu? Tak usah cemas. Menurut Evi, kita bisa, kok, mengejar ketertinggalan si anak.

Namun tentu dengan “bayaran” yang lebih mahal. Artinya, terang Evi, “proses pemahaman pengetahuan si anak akan lebih lambat dibanding teman-temannya, karena pemahaman yang sama seharusnya sudah diberikan saat anak berada dalam masa golden age di usia 2-3 tahun.” Bukankah saat itu ia tengah pintar-pintarnya? Jadi, kalau stimulasinya bagus di usia itu, anak akan tumbuh optimal menjadi cerdas. Jangan lupa, lo, meski kecerdasan bersifat herediter atau bawaan, namun tak akan menjadi optimal bila tak dibarengi dengan pemberian gizi yang baik dan stimulasi dari lingkungan.

BOLEH, KOK, MELARANG ANAK

Yang penting, dalam melarang harus disertai alasan jelas, sehingga ia tahu, ia bukan sekadar dilarang tapi ada hal-hal tertentu yang bisa mencelakakan dirinya ataupun orang lain. Misal, larangan main pisau, bisa dibarengi dengan memberi contoh memotong buah. Jelaskan, “Ade tak boleh main pisau karena pisau ini tajam dan bisa melukai tanganmu. Lihat, nih, Mama potong jeruk. Nah, terbelah, kan?” Anak pun jadi mengerti kenapa dirinya dilarang main pisau. “Dengan selalu mengemukakan reasoning , anak akan terlatih mengenali apa kesalahannya atau mengapa ia harus dimarahi orang tua,” terang Evi . Cara ini juga membiasakan anak belajar konsekuensi, “Saya nggak boleh melakukan ini karena berbahaya buat saya.”

Tapi kalau ia selalu dilarang, justru akan membuatnya jadi pembangkang. Coba, deh, perhatikan; semakin dilarang, anak seusia ini, kan, semakin nekat. Apalagi di usia 3 tahun, anak tengah mengembangkan negativismenya. Kalau dibilang “Kamu jangan main hujan ya,” ia malah akan main hujan-hujanan. Jadi, semakin kita melarang, ia justru akan melakukan hal-hal yang kita larang. Alangkah baiknya dalam melarang kita juga mengajaknya berpikir. Misal, “Kalau Ade main hujan, nanti gimana?”

Ia mungkin akan menjawab, “Sakit.” Nah, teruskan dengan pertanyaan, “Kalau sakit, nanti Ade bisa ikut jalan-jalan nggak sama Papa-Mama?” Pancing terus si anak hingga akhirnya ia sendirilah yang mengambil keputusan untuk tak main hujan. Dengan cara ini, bukan cuma larangan kita dipatuhi, anak pun jadi belajar berpikir kritis. Nah, mengembangkan kecerdasannya, kan?

SEDIAKAN MAINAN BERVARIASI

Salah satu bentuk stimulasi yang dianjurkan untuk meningkatkan kecerdasan adalah permainan edukatif. Lewat beragam permainan sederhana, anak terlatih perkembangan kognitifnya, kemampuan motorik kasar dan halus, maupun perkembangan intelegensinya. “Sebaiknya sediakan mainan bervariasi,” anjur Evi .

Selain agar anak tak cepat bosan, pilihlah yang memungkinkan anak dapat menemukan semua kebutuhannya akan fungsi tiap-tiap mainan tersebut. Soalnya, ada permainan yang melatih daya ingat melalui gambar-gambar, ada yang mengasah kreativitas, dan ada pula yang bisa mempertajam daya imajinasinya. Sega atau play station , menurut Evi, boleh-boleh saja. Asalkan dibatasi agar tak merusak mata dan menjadikan ketagihan. Selain bentuk permainannya juga harus disesuaikan usia anak. Kalau tidak, apa jadinya bila anak usia 2-3 tahun asyik menikmati kekerasan lewat permainan contra dan sejenisnya.

Melakukan berbagai permainan atau aktivitas bersama anak, juga penting untuk mengembangkan kecerdasannya. Misalnya, main kuda-kudaan, pasar-pasaran, atau loncat-loncat, dan sebagainya. Jadi, tak usah malu, ya, Bu-Pak, bila harus terlibat dalam permainan si kecil. Selain itu, beri kebebasan pada anak untuk memanjat atau melompat di tempat yang ia sukai. Bila Ibu-Bapak keberatan si kecil melompat-lompat di tempat tidur, ya, sediakan fasilitas yang memungkinkan ia tetap melakukan aktivitas tersebut.

Begitu pun bila keberatan si kecil corat-coret tembok, ya, beri fasilitas untuk kebutuhannya itu. Ulurkan kertas kecil atau besar seperti yang diinginkannya. Jika ia lebih suka corat-coret di tembok, sediakan tembok khusus untuk dicoreti atau tempelkan sejumlah kertas berukuran besar di salah satu bagian tembok. Jelaskan padanya, “Ade boleh corat-coret di sini tapi di tembok lain jangan, ya.” Pendeknya, kita tak boleh menghambat keinginan anak namun kita juga harus melatihnya bertanggung jawab untuk merapikan kembali mainannya atau benda-benda lain setelah ia usia melakukan sesuatu aktivitas.

ADE MAU LES MENYANYI

Banyak, lo, orang tua yang kelewat getol mengarahkan anak. Menurut Evi , tak ada salahnya bila si anak memang suka. “Yang harus diingat, orang tua hanya sekadar mengarahkan, bukan menyalurkan ambisi pribadinya. Mungkin malah positif bisa mengarahkan anak sedini mungkin. Misal, anak berbakat menyanyi, tentu akan lebih baik bila diikutkan dalam kursus olah vokal. Ini kalau anaknya suka, lo. Kalau tidak, ya, jangan dipaksa.” Jikapun si anak mau, kita juga perlu lihat-lihat lagi.

Soalnya, terang Evi, anak seusia ini cenderung akan bilang “mau” kalau ditawari les apa saja. “Dia hanya sekadar ingin tahu, ada apa, sih, di situ atau apa, sih, yang akan dia dapatkan.” Bukankah anak usia ini memang sedang ingin tahu apa saja? “Tapi dia belum ada pengertian jelas kalau ‘mau’ berarti harus ada tindak lanjut apa. Konsekuensi logis untuk setiap tindakan jelas-jelas belum dia pahami sama sekali.” Jadi, jangan salahkan si kecil, lo, Bu-Pak, kalau ia bilang mau tapi setelah beberapa kali ikut les lantas mogok.


Source : http://www.tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Anak/Wajib-Lo-Menggali-Rasa-Ingin-Tahu-Anak






Baca Juga Info Training disini

training center pelatihan humas pelatihan jurnalistik media komunikasi media informasi media massa media elektronik pengertian media massa definisi media media pengajaran media komunitas koran media indonesia online media pembelajaran ekonomi

READ MORE - Psikologi Anak Usia Dini >> Menggali Rasa Ingin Tahu Anak